Rabu, 01 Oktober 2014

contoh laporan tentang sel




"semoga bermanfaat"

SEL MAHKLUK HIDUP

I.          PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sel sangat kecil sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut mikroskop. Struktur sel pertama kali diamati oleh seorang berkebangsaan Inggris yang bernama Robert Hooke (1635-1703). Pengamatan  pengamatan terhadap sel gabus tutup botol tampak susunan kotak kecil yang teratur. Kotak kecil tersebut dalam bahasa Latin disebut cellulae (Wanatasasmita,1986).
Sel merupakan bagian tekecil dari suatu organisme dan kesatuan structural dan fungsional penyusun organisme, selain itu sel juga menentukan factor sifat dari induk kepada keturunannya.Sebagai suatu system terkecil, sel mempunyai andil dalam menyusun tubuh suatu organism yang sangat besar, juga dalam menyokong kehidupan suatu organisme, karena itulah kehidupan dapat ditunjang dengan keberadaan sel yang jumlahnya banyak sekali atau dapat juga dikatakan semua unsure yang bernyawa sebagai sel.
Tahun 1829 oleh Hertwig diajukan teori protoplasma, sel adalah kumpulan substansi hidup yang disebut protoplasma dengan didalamnya mengandung inti yang disebut nukleus dan diluarnya dibatasi oleh dinding sel. Ada beberapa organisme yang struktur selnya tidak jelas, tetapi terdiri atas sitoplasma. Berdasarkan jumlah sel yang menyusunnya, tubuh makhluk hidup ada yang tersusun atas satu sel (uniseluler) dan banyak sel (multiseluler). Pada sel tumbuhan, di sebelah luar membran sel terdapat dinding sel yang relatif tebal (Gabriel, 1988).
Sitilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang sel, penemu pertama adalah Robert Hooke, ia menentukan sel gabus yang tidak mempunyai membran atau tidak mempunyai protoplasma (sel mati). Sel terdiri dari sel tumbuhan dan sel hewan. Sel yang terdapat pada tumbuhan berbeda dengan sel yang terdapat pada sel hewan, salah satu perbedaan khas yang dimilki sel tumbuhan dibandingkan sel hewan adalah adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung bahan selulosa. Dinding sel ini berfungsi untuk melindungi isi sel dan memberi bentuk pada sel. Apabila dalam sel terdapat protoplasma, maka sel itu itu dikatakan hidup karena pada protoplasma sel tumbuhan terdapat plasma sel, butir-butir plastida dan mitokondria (Azidin,1886).
Perbedaan yang mendasar antara sel hewan dan sel tumbuhan yaitu adanya dinding sel pada sel tumbuhan yang mengandung inti sel, butir-butir plastida dan mitokondria (Volk dan Wheeler, 1993)
1.2  Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui struktur sel tumbuhan dan sel hewan.





























II.            TINJAUAN PUSTAKA
Sel adalah bagian terkecil dari suatu organisme dan sebagai kesatuan struktural dan fungsional penyusun organisme, selain itu sel juga menentukan faktor sifat dari induk kepada keturunannya. Kesatuan sel yang ada mempunyai bentuk dan fungsi yang sana tergabung membentuk jaringan, yang kemudian dari kumpulan jaringan ini membentuk organ, dan akan tergabung membentuk suatu organisme (Azidin, 1986).
 Sel digunakan pertama kali oleh Robert Hooke pada tahun 1965, Ia menggunakan istilah yang tersebut untuk memberi ruang yang dibatasi oleh dinding yang dilihatnya pada sel gabus (Anonim, 2013).
Pada tahun 1831, Robert Brown menemukan nukleus dalam sel epidermis tumbuhan anggrek. Pada tahun 1886 Hugo Van Mohl membedakan antara protoplasma dan cairan sel, kemudian pada  tahun 1862 Kolliker memperkenalkan istilah sitoplasma. Sejak abad kesembilan belas dan selama abad ke-20 penelitian pada sel berkembang sedemikian pesatnya dan dengan langkah-langkah yang sangat luar biasa sehingga sitologi menjadi sains tersendiri.Sebagai suatu sistem terkecil, sel mempunyai andil dalam menyusun suatu tubuh organisme yang sangat besar juga dalam menyokong kehidupan. Jaringan tumbuhan yang khususnya tumbuhan dikotil dan tumbuhan monokotil, perbedaan keduanya terlihat pada bijinya dan adanya cambium diantara keduanya dimana penyusun semua itu adalah sel.
Meskipun antara sel hewan dan sel tumbuhan berbeda namun terdaat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut. Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membrane sel, sitoplasma, mitokondria, reticulum endoplasma, apparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplas, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel (Saktiono, 1989).
Salah satu perbedaan yang khas antara sel hewan dan sel tumbuhan adalah pada sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam. Ada yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida, dan dinding sel. Vakuola dan plastid merupakan bagian hidup dari sel tumbuhan dan disebut protoplas. Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk melindungi isi sel atau lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sel yang mati. Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong. Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dan lainnya (Winarto, 1981).

III.  METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Alat Dan Bahan
·         Gabus ubi
·         Bawang merah
·         Tusuk gigi tumpul
·         Metilen biru
·         Kertas saring
·         Hydrilae
·         Sel epitel rongga mulut
·         Mikroskop
·         Pinset
·         Pipet tetes
·         Gelas piala
·         Silet
·         Gelas benda dan gelas penutup
·         Larutan janus green
·         Alkohol 70%
·         Kapas

3.2 Cara Kerja
Sediaan 1. Sel gabus empulur batang singkong.
Cara kerja:        
1.      Buat irisan melintang dan membujur gabus ubi setipis mungkin.
2.      Letakkan diatas benda yang telah di tetesi air, kemudian tutup dengan gelas penutup.
3.      Amati dengan mikroskop, di mulai dengan perbesaran lemah (10 x 10 ) dan di lanjutkan dengan perbesaran kuat.
4.      Untuk lebih jelas tetesi dengan metilen biru pada salah satu ujung gelas penutup. Pada ujung yang lain di letakkan kertas saring sehingga kelebihan air dapat dihisab.
5.      Amati dan gambar benda yang kita amati,hasil gambar di sesuaikan dengan pengamatan kemudian sebutkan bagian-bagiannya.

Sediaan 2. Sel epidermis umbi lapis bawang merah.
Cara kerja:
1.      Kelupaslah epidermis salah satu lapisan umbi bawang merah dengan pinset.
2.      Letakkan diatas gelas benda yang telah ditetesi air. Tutup dengan gelas penutup.
3.      Amati dengan mikroskop,  kemudian tetesi dengan air metilen biru.
4.      Gambar dan di beri keterangan.

Sediaan 3. Sel daun hydrilla verticillata.
Cara kerja:
1.      Ambil 2 atau 3 daun hydrilla verticillata.dan letakkan pada gelas objek dan tetesi dengan air. Kemudian tutup dengan gelas penutup.
2.      Amati dengan mikroskop dan perhatikan  aliran sitoplasma pada setiap sel.
3.      Gambar 2 atau 3 sel dan beri keterangan  bagian-bagian sel yang tampak. Nyatakan aliran sitoplasma dengan tanda panah.

Sediaan 4. Sel epitel rongga mulut.
Cara kerja:
1.      Bersihkan tangkai sekapel atau tusuk gigi dengan alkohol  70%
2.      Koreklah permukaan dalam pipi kita dengan sekalpel atau dengan tusuk gigi.
3.      Oleskan korekan tadi pada gelas objek, kemudian tetesi dengan green B atau dengan aquadest, kemudian tutup dengan gelas penutup.
4.      Amati di bawah mikroskop, mulai dengan perbesaran lemah.
5.      Dengan perbesaran kuat ( 400x ),gambarkan 2atau 3 sel dan di beri keterangan  dan bagian-bagiannya.

Sediaan 5. Kerokan epidermis kulit katak.
Cara kerja:
1.      Letakkan kerokan kulit katak diatas gelas objek yang sudah di tetesi air.
2.      Tambahkan 1 tetes garam fisiologis dan 1 tetes metil biru, tutup dengan gelas penutup.
3.      Amati dengan mikroskop, gambar 2 atau 3 sel dan beri keterangan.



IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENGAMATAN
Text Box: Sel empulur batang singkong
keterangan:
1.       
2.        
3.        
4.       

Text Box: Sel  epidermis umbi lapis bawang merah
keterangan:
1.
2.
3.
4.

Text Box: Sel  daun Hydrilla verticilata
keterangan:
1.
2.
3.
4.

Text Box: Sel  epitel rongga mulut
Keterangan:
1.
2.
3.
4.

Text Box: Kerokan epidermis kulit katak
keterangan:
1.
2.
3.
4.
 


4.2              PEMBAHASAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dibawah mikroskop pada sel empulur batang ubi kayu (Manihot utilissima) ini berbentuk heksagonal.  Pada sel gabus dapat terlihat adanya dinding sel dan ruang sel. Dimana fungsi dari dinding sel itu sendiri yakni pembatas antara satu sel dengan sel yang lainnya,  sedangkan ruang sel berwarna putih dan terlihat  kosong.  Susunan dari sel gabus yakni sel satu dengan sel yang lainnya tersusun rapi dan beraturan. Sel gabus juga sering disebut dengan sel mati. Hal ini sesuai dengan (Winarto, 1981) yakni Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti sel dan sitoplasma, sehingga ruang antar selnya kosong. Bentuk sel gabus heksagonal, tersusun rapat antara satu dan lainnya.
Berdasarkan hasil pengamatan pada Sel epidermis bawang merah di bawah mikroskop dengan perbesaran 40x yakni berbentuk kotak yang tersusun dengan rapi, meskipun tidak kotak sempurna. Pada sel epidermis bawng merah dapat terlihat bagian sitoplasma, nukleus, dinding sel dan vakuola.  Dinding sel terdapat pada bagian terluar dari sel yang dapat berfungsi sebagai pembatas. Sitoplasma, nukleus dan nukleolus terdapat di dalam dinding sel. Vakuola ini berfungsi sebagai cadangan makanan dari tumbuhan itu sendiri, sedangkan sitoplasma berupa cairan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat kimia. Didalam sel tumbuhan memiiliki dinding sel di luar membrannya, sehingga terlihat rapi saat diamati dibawah  mikroskop. Sel epidermis pada bawang merah berwarna keungu-unguan karena mengandung kloroplas meski tak selalu mengandung klorofil.
Hydrilla adalah tumbuhan spermatophyta yang hidup di air, sehingga ia memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan spermatophyta darat. Dinding selnya tebal untuk mencegah osmosis air yang dapat menyebabkan lisisnya sel. Sel hydrilla berbentuk lonjong yang tersusun beraturan. Didalamnya terdapat kloroplas dan klorofil. Pada daun hydrilla, dapat pula diamati proses aliran sitoplasma, yaitu pada bagian-bagian penyusun sel tulang daun yang memanjang di tengah-tengah daun. Pada hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan berlebih. Aliran sitoplasma dalam tumbuhan akan menggerakkan plastid melewati beberapa vakuola kesegala arah yang disebut sirkulasi, aliran ini biasanya terdapat pada sel tumbuhan yang masih muda, karena pada tumbuhan yang masih muda sel-sel masih dalam tahapan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga masih membutuhkan bahan-bahan organik untuk sintesis komponen-komponen sel. Sedang aliran sitoplasma yang mengelilingi vakuola disebut aliran rotas, terjadi pada sel tua, karena sel tua tidak terlalu banyak membutuhkan senyawa organik lagi, maka bahan organic tersebut dibawa ke vakuola untuk disimpan sebagai cadangan makanan jika suatu saat tumbuhan membutuhkannya misalnya dalam kondisi kekringan atau kemarau (Rahman, T; 2007).
 Pada sel epitel rongga mulut yang diamati didawah mikroskop dengan perbesaran 40x  praktikan dapat melihat adanya  dinding sel dan sitoplasma. Sedangkan pengamatan pada epidermis kulit katak dapat terlihat dinding sel. Sebagaimana disebutkan oleh (Rahman, T; 2007) bahwa  fungsi dari  inti sel dan sitoplasma pada sel hewan sama seperti pada sel tumbuhan, bedanya sel hewan tidak memiliki dinding sel. Sel mukosa pipi tidak mempunyai dinding sehingga mempunyai bentuk yang tidak tetap dan mudah berubah – ubah bentuknya. Sel mukosa pipi hanya mempunyai membran sel saja sehingga sel mukosa pipi termasuk sel hewan.



V.  PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa Sel gabus pada empulur batang singkong berbentuk heksagonal dan memiliki susunan sel satu dengan sel yang lainnya tersusun rapi dan beraturan, di dalam dinding sel terlihat kosong. Bagian sel pada sel epidermis bawang merah yaitu dinding sel, nukleus, nukleolus dan sitoplasma, sedangkan pada sel daun hydrila terdapat  dinding sel dan sitoplasma yang berbentuk seperti cairan.


























DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Perbedaan sel tumbuhan dan Hewan. http://id.wikipedia.org  18 oktober 2013.
Azidin, 1986. Ringkasan Biologi. Ganesa Exact : Bandung.
Gabriel, J.F.1988. Fisika Kedokteran. Departemen Fisika. Universitas Udayana, Denpasar Bali.
Rahman, T. 2007. Sel dan Jaringan. Nanggro Aceh Darussalam : 5-10 Juli 2007.
Saktiono. 1989. Biologi Umum. Gramedia : Jakarta
Volk dan Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga
Winatasasmita, Djamhur. 1986. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Universitas Indonesia Jakarta
 Winarto, L. M. 1981. Penuntun Pelajaran Biologi. Ganeca Exact : Bandung






















Pertanyaan
1.      Gambarkan hasil pengamatan sediaan 1, 2,3 4 dan 5.
Jawab:
(gambar hasil pengamatan dilampirkan)
2. Tuliskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Jawab:Sel tumbuhan da sel hewan mempunyai beberapa perbedaan, yaitu:
No.
Bagian sel
Sel Tumbuhan
Sel Hewan
1.
Dinding sel
ada
Tidak ada
2.
Membran plasma
ada
Tidak ada
3.   Organel sel
 
a. nukleus
ada
Bagian terbesar/Ada
b. retikulum endoplasma
ada
ada
c. ribosom
ada
ada
d. badan mikro
    Peroksisom
ada
ada
    Glioksisom
ada
Tidak ada
e. kompleks golgi
Ada disebut diktiosom
ada
f. mitokondria
ada
ada
g. lisosom
Tidak ada
ada
h. sentriol
Tidak ada
ada
i. plastisida
ada
Tidak ada
4.
Vakuola
ada
Kecil/ tidak ada

3.      Tuliskan fungsi membran dan dinding sel
Jawab:
Fungsi membran antara lain:
a)      Untuk menjaga kehidupan sel.
b)      Melindungi isi sel (mempertahankan isi sel)
c)      Mengatur keluar masuknya molekul-molekul; (bersifat semipermeabel )
d)     Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel (bagian sel yang berfungsi sebagai   reseptor adalah glikoprotein); rangsang kimia, mis. hormon, racun, listrik, mekanik.
Fungsi dinding sel yaitu melindungi sitoplasma dan membran sitoplasma.

4.      Pada sediaan I Adakah ditemukan inti sel , kenapa?
Jawab:
Tidak ditemukan intisel, karena di dalam ruang sel gabus hanya terlihat kosong yang dibatasi dengan dinding sel. .

5.      Jelaskan fungsi dari masing – masing organela berikut:
Jawab:
a.       Mitokondria berfungsi sebagai tempat respirasi atau oksidasi karbohidrat yang menghasilkan energi (ATP).
b.      Ribosom berfungsi sebagai alat untuk sintesis protein.
c.       Plastida berfungsi untuk membuat amilum disebut amiloplas dan yang membuat lemak disebut lipoplas.
d.      Retikulum endoplasma berfungsi menampung protein dihasilkan oleh ribosom,   mensintesis lemak dan kolesterol, Menetralkan racun (detoksifikasi) , Transportasi molekul2.
e.       Kloroplas berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan,  tempat terjadinya fotosintesis.
f.       Golgi aparatus berfungsi dalam proses sekresi, menambah glioksilat pada protein, sebagai organel sekretori,  mensintesis (membentuk) glikopida,  membentuk dinding sel tumbuhan, membentuk lisosom.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar